a book review: Bidadari Kelab Malam from Kristasia Pangalila
|
"Aku ini PL, pemandu lagu, bukan PELACUR!"
Mungkin sepenggal kalimat singkat yang bertuliskan tepat dibawah judul cover buku ini menggambarkan isi dari buku Bidadari Kelab Malam ini.
Kalau ada yang mengira novel ini berisi cerita-cerita tentang hidup dari kupu-kupu malam atau semacamnya, kalian salah besar, karena novel pertama dari Kristasia Pangalila ini justru mengangkat sisi lain dari para pelaku kehidupan dunia malam yang sering dinilai negatif, karena akrab dengan kelab, tempat dugem, tempat minum-minuman beralkohol atau tempat party yang bisa dibuat bersenang-senang untuk sampai pulang pagi, sex, dan lainnya~
Namun oleh mahasiswa dari salah satu universitas swasta di Tangerang ini, para pelaku kehidupan malam diceritakan dari sisi yang berbeda, tidak hanya sekedar dari 'cover' apa yang sering dilihat oleh mata, tapi melalui hati dengan mengangkat cerita kehidupan salah satu pekerja di salah satu tempat karaoke di Bandung ke dalam novelnya.
Lika-liku dan kerasnya kehidupan mungkin menjadi salah satu alasan yang memaksa Mey menjadi pemandu lagu di klub Beverly yang terletak di salah satu sudut kota Bandung.
menjadi seorang PL bukanlah pekerjaan yang mudah, pekerjaan tersebut sangat rentan dari pandangan negatif dari sebagian masyarakat, tapi apa boleh buat... menjadi pemandu lagu merupakan pilihan terakhir bagi Mey yang hanya seorang tamatan sekolah menengah.
Pekerjaannya sebagai pemandu lagu tentu identik dengan 'pelacur', wanita yang 'bisa dipake' atau bisa 'diajak tidur', menjadikan Mey sering dianggap munafik, manakala dia tetap berusaha menjaga harga dirinya.
Novel ini pun tak lepas dari konflik percintaan, pergumulan batin yang membuatnya bimbang karena sosok dari masa lalu yang telah lama hilang, yang telah ia susah payah lupakan, yang tiba-tiba datang ketika hati Mey hampir jatuh hati pada seorang pria, langganan di klubnya yang sayangnya sudah beristri, dan ada pula seorang pria yang menawarkan masa depan padanya.
Novel Bidadari Kelab Malam yang berhasil dibaca selesai dalam waktu 3 jam (kalo diakumulasikan) ini merupakan novel yang ringan dan mudah dimengerti.
gaya penulisan yang yang tidak bertele-tele membaut ceritanya berjalan cepat dan terkesan tidak memberikan detailing yang dalam tentang cerita dan konfliknya, tapi diluar itu semua, novel pertama dari teman sekelas seperjuangan dari cicik Kristasia Pangalila ini cukup menarik buat saya, dengan mengangkat sisi lain dari cerita kehidupan wanita pekerja malam yang ternyata tidak semuanya 'bisa dipake' yang merupakan cerita nyata dari orang terdekatnya, memberikan persepsi baru bagi para pembacanya ketika menilai para 'wanita pekerja malam'.
congratulation for ur first novel, dear Kristasia Pangalila :)
and get more closer with the author in twitter: @keristaa (jangan lupa double A di belakang!)
ps: Bidadari Kelab Malam, available in Gramedia Store :D
for affordable price, Rp 35.000.-
another review: http://www.gramediaonline.com/moreinfo.cfm?Product_ID=859060&CFID=188173668&CFTOKEN=22003516
kissandhug,